Perjuangan Kemerdekaan dan Transisi Politik di Negara-Negara Maghrib: Maroko, Aljazair, dan Tunisia

Muhamad Syahrus Sobirin(1), Mohammad Izdiyan Muttaqin(2), Mulawarman Hannase(3), Nurwahidin Nurwahidin(4),


(1) 
(2) Universitas Indonesia
(3) Universitas Indonesia
(4) Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Perjuangan kemerdekaan dan transisi politik di kawasan Maghrib mencerminkan dinamika historis yang kompleks serta interaksi antara kolonialisme Eropa, mobilisasi nasionalis, dan rekonstruksi negara pascakolonial yang berlangsung dalam konteks sosial politik yang berbeda di Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Kolonialisme Prancis dan Spanyol membentuk struktur politik yang tidak seragam, mulai dari protektorat di Maroko dan Tunisia hingga koloni pemukim di Aljazair, yang kemudian menentukan strategi perjuangan masing-masing negara. Maroko mengutamakan diplomasi yang dipimpin Sultan Mohammed V dan dukungan organisasi nasionalis, Tunisia memusatkan gerakan politik melalui Neo-Destour dengan orientasi negosiasi yang kuat, sementara Aljazair menempuh perang bersenjata panjang melalui FLN sebagai respons terhadap kolonialisme pemukim yang represif. Perbedaan karakter perjuangan tersebut menghasilkan bentuk transisi politik yang tidak seragam: Maroko bertransformasi menjadi monarki konstitusional dengan stabilitas relatif tinggi melalui sentralitas kekuasaan monarki; Aljazair mengembangkan sistem politik yang didominasi militer dan menghadapi konflik internal berkepanjangan hingga perang saudara; sedangkan Tunisia mengalami modernisasi institusional sejak awal kemerdekaan, kemudian memasuki fase reformasi demokratis setelah revolusi 2011 meskipun menghadapi tantangan serius dalam konsolidasi lembaga politik. Konstelasi politik kontemporer Maghrib memperlihatkan bahwa warisan kolonial, konfigurasi elite pascakemerdekaan, dan dinamika sosial domestik memiliki pengaruh kuat terhadap proses pembentukan negara, stabilitas kawasan, serta arah politik jangka panjang, sehingga pemahaman terhadap sejarah perjuangan dan transisi politik ketiga negara ini menjadi kunci untuk membaca perkembangan geopolitik Afrika Utara secara lebih komprehensif.

Kata kunci: Maghrib, kolonialisme, kemerdekaan, transisi politik, Afrika Utara

References


Buku

Anderson, L. (1986). The State and Social Transformation in Tunisia and Libya, 1830–1980. Princeton University Press.

Benda-Beckmann, F. von. (2002). Colonialism and Law in Africa. Routledge.

Brett, M., & Fentress, E. (1996). The Berbers. Blackwell.

Burke III, E. (2019). The History of Morocco. Cambridge University Press.

Evans, M. (2012). Algeria: France’s Undeclared War. Oxford University Press.

Hernandez, K. (2018). Colonial North Africa. Routledge.

Horne, A. (2006). A Savage War of Peace: Algeria 1954–1962. New York Review Books.

Laroui, A. (1977). History of the Maghrib: From the Arab Conquest to the Present. Princeton University Press.

Perkins, K. (2014). A History of Modern Tunisia. Cambridge University Press.

Pennell, C. R. (2000). Morocco since 1830: A History. New York University Press.

Jurnal Nasional

Baidah, A., Juliandi, B., & Marhaban, M. (2021). Politik dan konservatisme Islam di Indonesia dan Tunisia. Jurnal Ar-Raniry.

Ghafur, M. F. (2016). Problematika kekuatan politik Islam di Yaman, Suriah, dan Aljazair. Jurnal Penelitian Politik, 12(2), 119–135.

Nurhidayah, R., Nor Farikhah, D. S., & Saputri, F. I. (2022). Sistem ketatanegaraan Maroko sebagai negara Islam. Jurnal Fasya, 3(1).

Adwitama, A. (2022). Peran Maroko dalam mempertahankan wilayah Sahara Barat. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 7(3).

Rizwan, M., Abdullah, T., Mulyadi, & Faisal, N. (2023). Relasi Islam dan politik di berbagai negara Muslim. Jurnal Transparansi Publik, 3(2).

Jurnal Internasional

Aghrout, A. (2004). Political reform in Algeria: In search of legitimacy. The Journal of North African Studies, 9(2), 1–20.

Bouandel, Y. (1996). The Algerian crisis: Origins and consequences. Third World Quarterly, 17(2), 229–241.

Charrad, M. (2002). State building and women’s rights in Tunisia. Middle East Journal, 56(3), 567–584.

Entelis, J. (2004). Reform and regime survival in Morocco. Middle East Journal, 58(1), 45–62.

Haddad, E. (2018). The return of Morocco to the African Union. African Affairs.

Henry, C. (2007). Authoritarian persistence and the Maghreb’s political economy. Mediterranean Politics.

Layachi, A. (1999). Political liberalization in Morocco. The Journal of Modern African Studies, 37(1), 165–175.

Murphy, E. (2013). Tunisia after the Arab Spring. The Journal of North African Studies.

Roberts, H. (2003). The battlefield Algeria, 1988–2002. Middle East Report.

Willis, M. (2012). Political parties in the Maghreb. The Journal of North African Studies.




DOI: http://dx.doi.org/10.36722/mondial.v3i1.5308

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

    

 

 

 

 

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Al-azhar Indonesia.

Jl Sisingamangaraja, Kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

This work © 2025 is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International   To view a copy of this license, visit https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/