Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian Pada Keluarga di Indonesia

Nibras Syafriani Manna, Shinta Doriza, Maya Oktaviani

Abstract


Data Badan Peradilan Agama (BADILAG) menyatakan bahwa perceraian di Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. Rata-rata perceraian didominasi oleh cerai gugat. Hal ini menarik perhatian untuk diteliti. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berdasarkan studi literatur dan wawancara mendalam pada istri yang melakukan gugat cerai. Hasil studi literatur tentang perceraian di Indonesia terlihat bahwa penyebab perceraian antara lain faktor ekonomi, faktor komunikasi yang buruk, faktor adanya orang ketiga atau perselingkuhan, serta faktor sosial dan budaya. Hasil wawancara mendalam menunjukan bahwa pasangan yang ingin menikah menganggap pendidikan pra-nikah hanya sebatas formalitas proses untuk melaksanakan pernikahan serta rata-rata pasangan yang sudah bercerai mengakui bahwa minimnya kesadaran terhadap makna pernikahan.

Kata Kunci – Gugatan Perceraian, Faktor Perceraian, Studi Pustaka.


Full Text:

PDF

References


A. Matondang, “Faktor-faktor yang Mengakibatkan Perceraian dalam Perkawinan,” vol. 2, no. 2, pp. 141–150, 2014.

Suryadi, A. Zakso, and Rustiyarso, “Analisis Interaksi Sosial Asosiatif Pimpinan Dengan Karyawan Dalam Memotivasi Kerja Di Hotel Dangau Kabupaten Kubu Raya,” J. Pendidik. dan Pembelajaran Khatulistiwa, vol. 5, no. 11, pp. 1–13, 2016.

A. S. Muhid, “Akomodasi dalam Konflik Sosial pada Diplomasi Pemberian Pisuke Lintas Desa : Kajian Sosioliguistik,” Humanit. Jounal Lang. Lit., vol. 5, no. 2, pp. 163–170, 2019.

P. S. A. Asy-syakhshiyah et al., “FAKTOR EKONOMI PENYEBAB CERAI GUGAT ( Studi Kasus di Pengadilan Agama Purwodadi Tahun 2018 ),” no. 9, pp. 29–44, 2020.

R. A. Wahab, Abdillah. Zahara, “Analisis Yuridis Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Tingkat Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri,” J. Huk. Kel. Islam, vol. 3, no. Desember, pp. 59–78, 2020.

D. Moher et al., “Preferred reporting items for systematic review and meta-analysis protocols (prisma-p) 2015 statement,” Japanese Pharmacol. Ther., vol. 4, no. 1, pp. 1–9, 2015.

C. A. Kildare and W. Middlemiss, “Impact of parents mobile device use on parent-child interaction: A literature review,” Comput. Human Behav., vol. 75, pp. 579–593, 2017.

S. Muhammad, “The phenomenon of Contested Divorced in Kuningan District : A Study of Social Change in Society and Family Fenomena Cerai Gugat di Kabupaten Kuningan : Sebuah Kajian Perubahan Sosial dalam Masyarakat dan Keluarga,” J. Bimas Islam, vol. 9, pp. 599–640, 2016.

B. Siburian, “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perceraian Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Balige Tahun 2017,” vol. 1, no. 1, pp. 31–39, 2019.

E. Suryani, “Tingkat Perceraian Muslim dan Non muslim Di Indonesia,” Mizan J. Islam. Law, vol. 3, no. 2, pp. 153–200, 2018.

N. E. Mohlatlole, S. Sithole, and M. L. Shirindi, “Factors Contributing to Divorce Among Young Couples in Lebowokgomo,” Aggress. Violent Behav., vol. 54, no. 8, pp. 256–274, 2017.

S. Doriza, Ekonomi Keluarga, Pertama. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015.

H. Harjianto and R. Jannah, “Identifikasi Faktor Penyebab Perceraian Sebagai Dasar Konsep Pendidikan Pranikah di Kabupaten Banyuwangi,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 19, no. 1, p. 35, 2019.

W. Nuroniyah, “Cerai Lebe sebagai Inisiatif Lokal dalam Upaya Meminimalisir Praktek Perceraian Liar (Studi Kasus di Desa Cangkring Kabupaten Indramayu),” vol. 14, no. 1, pp. 113–130, 2020.

I. Garwan, A. Kholiq, and M. G. G. Akbar, “Tingkat Perceraian Dan Pengaruh Faktor Ekonomi Di Kabupaten Karawang,” J. Ilm. Huk. De’Jure Kaji. Ilm. Huk. ∽, vol. 3, no. 1, 2018.

A. Sari, Taufik, and A. Sano, “Kondisi Kehidupan Rumah Tangga Pasangan Sebelum Bercerai dan Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian (Studi pada Masyarakat Suku Jawa di Kecamatan Sei Dadap Kota Kisaran),” J. Konseling dan Pendidik., vol. 4, no. 3, pp. 41–51, 2016.

U. S. Winataputra, “Jurnal moral kemasyarakatan vol. 1, no.1, juni 2016,” J. Moral Kemasyarakatan, vol. 1, no. 1, pp. 15–36, 2016.

M. H. Nuriyyatiningrum, “Tinjauan Yuridis Terhadap Faktor Penyebab Perceraian di Pengadilan Agama Purwodadi,” J. Lentera Kaji. Keagamaan, Keilmuan, dan Teknol., vol. 18, no. 2, pp. 126–138, 2019.

P. Sanchez-Ruiz, I. Maldonado-Bautista, and M. Rutherford, “Business stressors, family-business identity, and divorce in family business: A vulnerability-stress-adaptation (VSA) model,” J. Fam. Bus. Strateg., vol. 9, no. 3, pp. 167–179, 2018.

M. Akter and R. Begum, “Factors for Divorce of Women Undergoing Divorce in Bangladesh,” J. Divorce Remarriage, vol. 53, no. 8, pp. 639–651, 2012.

M. Hansson and T. Ahlborg, “Factors contributing to separation/divorce in parents of small children in Sweden,” Nord. Psychol., vol. 68, no. 1, pp. 40–57, 2016.

G. M. Hald, J. M. Strizzi, A. Ciprić, and S. Sander, “The Divorce Conflict Scale,” J. Divorce Remarriage, vol. 61, no. 2, pp. 83–104, 2020.

M. Luthfi, “Komunikasi Interpersonal Suami dan Istri Dalam Mencegah Perceraian di Ponorogo,” vol. 2, 2017.

R. M. Amalia, M. Y. A. Akbar, and S. Syariful, “Ketahanan Keluarga dan Kontribusinya Bagi Penanggulangan Faktor Terjadinya Perceraian,” J. Al-Aazhar Indones. Seri Hum., vol. 4, no. 2, p. 129, 2018.

K. Fajri and Mulyono, “Selingkuh Sebagai Salah Satu Faktor Penyebab Perceraian (Analisis Putusan No. 3958/Pdt.G/2012.PA.Sby. Perspektif Maqashid Syariah,”עלון הנוטע, vol. 66, no. 3958, pp. 37–39, 2012.

S. Valenzuela, D. Halpern, and J. E. Katz, “Computers in Human Behavior Social network sites , marriage well-being and divorce : Survey and state-level evidence from the United States,” vol. 36, pp. 94–101, 2014.

S. Zheng, Y. Duan, and M. R. Ward, “The effect of broadband internet on divorce in China,” Technol. Forecast. Soc. Change, vol. 139, no. May, pp. 99–114, 2019.

Rahmawita and A. A. Putra, “Faktor-Faktor Penyebab Perceraian pada Pengadilan Agama Pariaman dengan Penerapan Metode Regresi Logistik Biner,” UNPjoMath, vol. 2, no. 4, pp. 29–33, 2019.

R. Anwar and H. Cangara, “Perkawinan Dan Perceraian Etnis Jawa Dengan Papua Di Kota Jayapura ( Suatu Strategi Manajemen Konflik Dalam Hubungan Interpersonal Pasangan Suami Istri ) The Intercultural Communication Barriers of Marriage and Divorce Between Java and Papua Ethnics in Th,” J. Komun. KAREBA, vol. 5, no. 2, pp. 273–285, 2016.

M. Umar, “Marriage and Divorce : How the Two Manifest within the Banjarise Community in Indonesia,” J. Soc. Sci. Res., vol. 6, pp. 245–251, 2020.

I. Garwan, A. Kholiq, and M. Gary, “Tingkat Perceraian dan Pengaruh Faktor Ekonomi Di Kabupaten Karawang,” J. Ilm. Huk., vol. 3, no. 3, 2018.

K. Caarls and H. A. G. De Valk, “Regional Diffusion of Divorce in Turkey,” Eur. J. Popul., vol. 34, no. 4, pp. 609–636, 2018.

R. Bustan, “Persepsi Dewasa Awal Mengenai Kursus Pranikah,” J. Al-AZHAR Indones. SERI Hum., vol. 3, no. 1, p. 82, 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.36722/sh.v6i1.443

Refbacks



Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M)

Universitas AL-AZHAR INDONESIA, Lt. 2 Ruang 207

Kompleks Masjid Agung Al Azhar

Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru

Jakarta Selatan 12110

Visitors