Pendampingan Literasi Media Kritis Mengenai Homeless Media dan Media Arus Utama pada Santri PP Al Wathoniyyah

Indah Fajar Rosalina(1), Anggun Nadia Fatimah(2), Menati Fajar Rizki(3), Asep Soegiarto(4), Ulima Larisa(5), Audya Wulan Maharani(6), Queendira Zedi Paradila(7), Dyaneira Ramadanila(8),


(1) Universitas Negeri Jakarta
(2) Universitas Negeri Jakarta
(3) Universitas Negeri Jakarta
(4) Universitas Negeri Jakarta
(5) Universitas Negeri Jakarta
(6) Universitas Negeri Jakarta
(7) Universitas Negeri Jakarta
(8) Universitas Negeri Jakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Perkembangan media digital yang masif menghadirkan tantangan serius berupa misinformasi, disinformasi, dan bias ideologis, khususnya bagi siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Wathoniyyah Klender, Jakarta Timur yang belum memiliki keterampilan literasi media kritis memadai untuk membedakan media arus utama dan homeless media. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi media kritis siswa melalui pendampingan terstruktur, mencakup pemahaman karakteristik media, kemampuan mengidentifikasi hoaks dan framing, serta penguatan etika bermedia berbasis nilai keislaman. Kegiatan ini melibatkan 25 siswa kelas XII MA Pondok Pesantren Al Wathoniyyah Klender sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatoris melalui lima tahapan: (1) sosialisasi dan pre-test, (2) pelatihan literasi media melalui ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus, (3) penguatan etika bermedia, (4) pendampingan dan evaluasi melalui post-test, serta (5) penyusunan booklet edukatif sebagai luaran keberlanjutan. Hasil kegiatan yang ditargetkan meliputi peningkatan nilai post-test literasi media sebesar 95% dari pre-test, kemampuan di atas 96% siswa mengidentifikasi ciri hoaks, perubahan sikap etika bermedia, serta tersusunnya poster edukatif. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

 

Keywords: Homeless Media, Literasi Media, Pondok Pesantren


Full Text:

PDF

References


Agustin, S., Aini, N., Wulandari, T., & Razzaq, A. (2026). Tabayyun sebagai Prinsip Komunikasi Islam dalam Menghadapi Hoaks. Nubuwwah: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 21–32. https://doi.org/10.21093/nubuwwah.v4i01.13126

Azkyak, A. Z., & Mustadi, H. (2026). Strategi Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Kemampuan Santri Berfikir Kritis Terhadap Perkembangan Media Sosial (Studi Kasus di Pondok Pesantren Daruttaqwa III Gresik). Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 4(2), 51–69. https://doi.org/10.61132/morfologi.v4i2.2636

Azzahra, M. J., & Masitoh, S. (2025). Homeless Media Sebagai Sarana Informasi di Instagram: Preferensi Generasi Z Dalam Pemilihannya. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 44–56. https://jurnal.akmrtv.ac.id/jik/article/view/374

El Farabi, Q. N. S., Sari, W. P., Rosalina, I. F., Putriana, M., Putra, G. I., Alfian, R., Kamaludin, I. R., & Assyifa, N. S. (2025). Peningkatan Literasi Digital Siswa SMK melalui Pelatihan Iklan Kreatif Berbasis Fotografi Produk untuk Mendukung Ekonomi Inovatif di SMKN 33 Pulogadung. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 7(3), 236. https://doi.org/10.36722/jpm.v7i3.4568

Fitria, R. S., Anisah, H. U., Hatami, H., & Fauziannor, A. (2025). The Role of Islamic Values in Addressing Hoaxes and Misinformation in Digital Media: A Systematic Literature Review. Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 9(1). https://doi.org/10.31764/jail.v9i1.35287

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Peta Jalan Literasi Digital Indonesia 2021-2024. https://id.scribd.com/document/741618452/Roadmap-Literasi-Digital-2021

Kementerian Pendidikan Tinggi, S. dan T. R. (2020). Buku Panduan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka - Website LLDIKTI Wilayah V. https://lldikti5.kemdiktisaintek.go.id/home/detailpost/buku-panduan-merdeka-belajar-kampus-merdeka

Lim, M. (2017). Freedom to hate: social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188

Nurlia, E., & Hidayati, R. (2026). Pemberdayaan Citizen journalism Kepada Komunitas Adat Kasepuhan untuk Meningkatkan Literasi sebagai Upaya Melestarikan Adat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 8(2). https://doi.org/10.36722/jpm.v8i2.4681

Puspitoningrum, A. (2024). Homeless Media dan Partisipasi Sosial dalam Praktik Citizen Journalism. Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 85–97. https://doi.org/10.33021/exp.v7i2.5768

Riyanto, G. (2024). Understanding Homeless Media: A Study on Social Media Based Informal Local News in Five Indonesian Cities. Remotivi-Internews. https://internews.org/wp-content/uploads/2024/10/Remotivi_Internews_Understanding-Homeless-Media-2024.pdf

Robbani, A., Ismanto, H., & Yanti, S. M. (2025). Peran Jurnalisme Warga terhadap Perkembangan Homeless Media (Studi Kasus Akun Instagram @Infolamongan Tahun 2024). AN-NASHIHA: Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies, 5(2), 71–91. https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v5i2.2104

Rohma, S., & Irawan, R. R. (2025). Literasi Media dan Digital: Panduan Kritis untuk Era Informasi (1st ed.). Eureka Media Aksara.

Rosalina, I. F. (2025). Integrasi Musik Dan Deep Talk: Inovasi Pembelajaran Komunikasi Interpersonal Di Kalangan MahasiswA. Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 5(3). https://jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/6794/4697

Rosalina, I. F., Puspita Sari, W., Noer Seyma El Farabi, Q., Putriana, M., Clementhius Valendyawan, H., Ramadhani Kamaludin, I., & Ahmad Burhanuddin, R. (2025). Literasi Etika Digital Untuk Pelajar Smk Dalam Membentuk Generasi Kreatif Dan Bertanggung Jawab. Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 143-149. https://doi.org/10.52266/TAROA.V4I2.4811

Silverblatt, A. (2014). Media Literacy: Keys to Interpreting Media Messages. Praeger. https://books.google.co.id/books?id=TY7CEAAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false

Sinaga, G., Yusmardani, I., Hanifah, M. N., Zamiri, Z., & Sinaga, A. I. (2026). Tabayyun sebagai Etika Literasi Digital: Analisis Hadis Tematik dalam Merespons Disinformasi di Era Media Sosial. EDU SOCIETY: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 1870–1881. https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2477

Tri Wijayanti, Y., Susanto, T., Rosalina, I. F., & Maifianti, K. S. (2026). Viral mourning across borders: social media responses in Brazil and Indonesia to the death of Juliana Marins on Mount Rinjani. Media Asia. https://doi.org/10.1080/01296612.2025.2538046

UNESCO. (2018). Global framework on media and information literacy. UNESCO Publishing.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. https://edoc.coe.int/en/media/7495-information-disorder-toward-an-interdisciplinary-framework-for-research-and-policy-making.html




DOI: http://dx.doi.org/10.36722/jpm.v8i3.5766

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


    

 

Web Analytics

View My Stats