PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI

andi muh asrul irawan, Zakia Umami, Lusi Anindia Rahmawati

Abstract


Abstrak

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan secara dinamis dan pesat, baik fisik, psikologis, intelektual, sosial, tingkah laku, seksual yang dikaitkan dengan pubertas. Masa remaja merupakan peralihan dari masa remaja ke dewasa. Pertambahan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual. Pentingnya pengetahuan tentang status gizi serta masalah masalah kesehatan reproduksi pada remaja untuk dapat mencegah masalah yang mungkin timbul karena kurangnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan mereka.Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan cara mengukur status gizi remaja, pemberian materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, pengetahuan remaja diukur menggunakan desain one group pre-post-test. Siswa diberikan pertanyaan yang mengukur pengetahuan tentang gizi dan kesehatan reproduksi.Skor Rata-rata pengetahuan siswa sebelum diintervensi dengan Pendidikan gizi sebesar 5,06±1,83, setelah dilakukan intervensi Pendidikan gizi, skor rata-rata siswa meningkat sebesar 8,22±1,22, hal ini menunjukan terjadi peningkatan pengetahun siswa tentang gizi dan kesehatan reproduksi.

 

Kata kunci :Remaja, Pendidikan Gizi Pengetahuan, Reproduksi


Abstract

Adolescence is a period of dynamic and rapid growth, including physical, psychological, intellectual, social, behavioral, sexual relations with puberty. Adolescence is a transition from adolescence to adulthood. Weight gain and height follow the development of sexual maturity. The importance of knowledge about nutritional status and reproductive health issues in adolescents to be able to prevent problems that may arise due to the lack of knowledge of adolescents about their health. Community development was to increase the knowledge of adolescents. This method of implementing community development was how to measure the nutritional status of adolescents, providing material on adolescent reproductive health, adolescent knowledge was measured using a one group pre-post-test design. The mean of students' knowledge score before intervention with Nutrition Education was 5,06 ± 1,83, after nutrition education interventions, the mean of student knowledge score increased by 8,22 ± 1,22, it showed that the knowledge of students about nutrition and reproductive health was increased. 

Keywords: Adolescence, Nutrition Education, Knowledge, Reproduction


Full Text:

PDF

References


Departement of Health and Human Service. (2000). Healthy People 2010

Volume II. Washington: Goverment Printing Office .

Jukes, M. C., & Bundy, L. J. (2008). School Health, Nutrition and Education for All Leveling the Playing Field. USA: CABI International.

Machfoedz, I., & Suryani, E. (2009). Pendidikan Kesehatan Bagian Dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya.

Marcell, A. V., Wibbelsman, c., & Seigel, W. M. (2011). Male Adolescent Sexual and Reproductive Health Care. PEDIATRICS , 1658-1676.

Soejoeti, S. Z. (2001). Perilaku Seks di Kalangan Remaja dan Permasalahannya. Media Litbang Kesehatan Volume XI No 1 , 30-35.

Wijaya, I. M., Agustini, N. N., & MS, G. D. (2014). Pengetahuan, Sikap dan Aktivitas Remaja SMA dalam Kesehatan Reproduksi di Kecamatan Buleleng. Kesehatan Masyarakat , 33-42.




DOI: http://dx.doi.org/10.36722/jpm.v2i2.369

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  


LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat)

Universitas AL-AZHAR INDONESIA, Lt 2, ruang 207

Kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru,

Jakarta Selatan 12110

Visitors