Analisis Yuridis Tanggung Jawab Platform dan Perlindungan Hukum terhadap Pengemudi Ojek Daring atas Risiko Kecelakaan Kerja
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mendorong pertumbuhan layanan transportasi berbasis aplikasi yang melibatkan pengemudi ojek daring sebagai bagian dari ekonomi platform. Namun, tingginya risiko kecelakaan kerja yang dihadapi pengemudi belum diimbangi dengan kepastian tanggung jawab hukum perusahaan platform dan perlindungan hukum yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum perusahaan platform dan perlindungan hukum terhadap pengemudi ojek daring atas risiko kecelakaan kerja dalam sistem hukum Indonesia. Permasalahan utama terletak pada ketidakjelasan status hukum hubungan antara platform dan pengemudi yang berdampak pada lemahnya perlindungan hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, dan konseptual untuk menelaah norma, prinsip, dan doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kemitraan yang dikonstruksikan oleh platform tidak sepenuhnya mencerminkan realitas hubungan kerja, sehingga menimbulkan kekosongan tanggung jawab hukum terhadap risiko kecelakaan kerja. Perlindungan yang diberikan masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi dalam sistem jaminan sosial nasional. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa ketidakjelasan regulasi, fragmentasi norma, dan lemahnya penegakan hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan reformulasi hukum melalui pengakuan pekerja platform, penguatan tanggung jawab perusahaan, serta pengembangan sistem perlindungan yang lebih komprehensif guna menjamin keadilan dan kepastian hukum.
Kata kunci: Kecelakaan kerja; Ojek daring; Perlindungan hukum; Platform digital; Tanggung jawab hukum
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, N., Murad, M. S. H., Kunhibava, S., Mahdzir, N., & Abd Ghadas, Z. A. (2025). Legal protection for gig workers: A new business imperative in the transportation sector. Yuridika, 40(3), 389–414. https://doi.org/10.20473/ydk.v40i3.59161
Aloisi, A. (2016). Commoditized workers: Case study research on labor law issues arising from a set of “on-demand/gig economy” platforms. Comparative Labor Law & Policy Journal, 37(3), 653–690. https://doi.org/10.2139/ssrn.2637485
Aloisi, A., & De Stefano, V. (2022). Your boss is an algorithm: Artificial intelligence, platform work and labour. Hart Publishing. https://doi.org/10.5040/9781509946396
Arifin, Z. (2022). Legal uncertainty in gig economy: The status of platform workers in Indonesian labor law. Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(4), 789–807. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no4.3450
Asyhadie, Z., & Kusuma, R. (2023). Hukum ketenagakerjaan: Dalam teori dan praktik di Indonesia. Jakarta: Prenada Media
Bogg, A., & Freedland, M. (2021). The contract of employment (3rd ed.). Oxford University Press.
Cherry, M. A., & Poster, W. R. (2021). Dependent contractors in the gig economy: A comparative approach. American University Law Review, 70(3), 635–689. https://doi.org/10.2139/ssrn.3470659
Christiyono, T. C., Tohari, M., & Suryandari, W. D. (2024). Reorientation of regulation to accommodate the status of online driver workers. International Journal of Multidisciplinary Studies, 4(2). https://doi.org/10.55324/ijoms.v4i2.1030
Collins, H. (2020). Employment law (2nd ed.). Oxford University Press
Davies, P., & Freedland, M. (2020). Kahn-Freund’s labour and the law (3rd ed.). London: Stevens & Sons.
De Stefano, V. (2016). The rise of the “just-in-time workforce”: On-demand work, crowdwork, and labor protection in the gig economy. Comparative Labor Law & Policy Journal, 37(3), 471–504. https://doi.org/10.2139/ssrn.2682602
Deakin, S. (2021). The law of the labour market: Industrialization, employment, and legal evolution. Journal of Law and Society, 48(S1), S130–S151. https://doi.org/10.1111/jols.12302
Deakin, S., & Markou, C. (2022). Is law necessary for platform work regulation? European Labour Law Journal, 13(2), 133–151. https://doi.org/10.1177/20319525221084783
Definzky, B. A., & Suhartono, S. (2026). Legal protection for online motorcycle taxi drivers against unilateral cancellation by consumers. Interdisciplinary Journal of Global and Multidisciplinary, 2(1), 479–494. https://jurnal-ijgam.or.id/index.php/IJGAM/article/view/121
Hidayat, A., & Prasetyo, B. (2023). Regulatory challenges of digital platform workers in Indonesia. Hasanuddin Law Review, 9(2), 123–140. https://doi.org/10.20956/halrev.v9i2.4567
Iqbal, M. A. S. N., Rokhim, A., & Utami, N. S. (2025). Legal protection for workers gig economy in the platform economy era. International Journal of Cultural and Social Science, 6(2). https://doi.org/10.53806/ijcss.v6i2.1084
Khairandy, R. (2021). Hukum kontrak Indonesia dalam perspektif perbandingan. Yogyakarta: FH UII Press.
Kurniawan, F. (2022). Tanggung jawab hukum perusahaan digital dalam perlindungan pengguna jasa berbasis aplikasi. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(2), 157–174. https://doi.org/10.25216/jhp.11.2.2022.157-174
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana.
Nasution, A. P. (2023). Referensi hukum ketenagakerjaan dan perburuhan: Perspektif Undang-Undang Cipta Kerja. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi.
Nugroho, A., & Putri, D. A. (2022). Legal status of ride-hailing drivers in Indonesia: A labor law perspective. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 29(2), 312–330. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss2.art5
Putra, I. G. N. A., & Mahendra, I. M. W. (2021). Perlindungan hukum terhadap pekerja gig economy dalam perspektif hukum ketenagakerjaan Indonesia. Jurnal Magister Hukum Udayana, 10(3), 489–505. https://doi.org/10.24843/JMHU.2021.v10.i03.p10
Prabowo, A., & Wicaksono, B. (2024). Legal protection for gig workers in Indonesia: Challenges and regulatory gaps. International Journal of Comparative Labour Law and Industrial Relations, 40(1), 67–88. https://doi.org/10.54648/ijcl2024004
Radin, M. J. (2022). Boilerplate and unfair terms in digital contracts. University of Chicago Law Review, 89(2), 489–530. https://doi.org/10.2139/ssrn.3987421
Rahman, F., & Putra, R. D. (2023). Corporate liability in digital platform economy: Rethinking responsibility in gig work. Journal of Law and Society, 50(2), 215–234. https://doi.org/10.1111/jols.12345
Rogers, B. (2021). Employment rights in the platform economy: Getting back to basics. Harvard Law & Policy Review, 15(2), 479–520. https://doi.org/10.2139/ssrn.3763014
Simamora, M., Noerjoedianto, D., Hubaybah, H., Amir, A., & Solida, A. (2024). Implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja bukan penerima upah di BPJS Ketenagakerjaan Kota Jambi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2). https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.43907
Sitanggang, A., Shelomita, R., Lituhayu, J., & Widya, D. (2024). Pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan hukum terhadap tenaga kerja. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(1b), 1311–1317. https://doi.org/10.32672/mister.v2i1b.2668
Prassl, J. (2018). Humans as a service: The promise and perils of work in the gig economy. Oxford University Press.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Depok: RajaGrafindo Persada.
Rahardjo, S. (2020). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.
Spasova, S., Ghailani, D., & Sabato, S. (2023). Access to social protection for people working on non-standard contracts. European Journal of Social Security, 25(1), 3–21. https://doi.org/10.1177/13882627221147932
Suhartoyo. (2021). Perlindungan hukum bagi pekerja sektor informal dalam sistem jaminan sosial nasional. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 28(3), 437–455. https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss3.art4
Wicaksono, E. N. (2026). Implikasi Status Kemitraan Terhadap Keselamatan Kerja Driver Ojek Online. Jurnal Suara Keadilan, 27(1). https://doi.org/10.24176/sk.v27i1.16978
Wood, A. J., Graham, M., Lehdonvirta, V., & Hjorth, I. (2019). Good gig, bad gig: Autonomy and algorithmic control in the global gig economy. Work, Employment and Society, 33(1), 56–75. https://doi.org/10.1177/0950017018785616
DOI: http://dx.doi.org/10.36722/jaiss.v7i2.5496
Refbacks
- There are currently no refbacks.
LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat)
Universitas AL-AZHAR INDONESIA, Lt.2 Ruang 207
Kompleks Masjid Agung Al Azhar
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110









